Fakta atau Mitos Menarik Tentang Jurusan Pariwisata

Jurusan pariwisata S1 merupakan jurusan yang saat ini banyak difavoritkan oleh mahasiswa, karena prospek kerjanya yang cukup luas. Ada banyak universitas yang menyediakan biaya kuliah murah untuk jurusan satu ini, terlebih jika mampu memanfaatkan berbagai beasiswa yang tersedia.

Ada Banyak fakta dan mitos menarik mengenai jurusan pariwisata, baik itu yang benar adanya atau hanya sekedar pemikiran masyarakat awam tentang jurusan ini seperti:

Materi kuliahnya gampang

Bagi orang yang pertama kali mendengar jurusan ini, bayangan dalam otaknya ia bisa melakukan perjalanan wisata kemanapun yang ia inginkan. Hal ini memang benar nyatanya jikalau profesi yang dijalani nantinya merupakan seorang pemandu wisata, namun sebelum itu tentunya berbagai materi perkuliahan harus diselesaikan dengan baik untuk mendapatkan profesi tersebut seperti misalkan salah satu materi menantang berjudul statistik pariwisata.

Meski orang menganggapnya sebagai jurusan yang mudah untuk dipelajari, namun pada kenyataan jurusan pariwisata juga memiliki banyak materi perkuliahan yang terkadang sulit untuk ditaklukan seperti Tourism Behavior-Law-Philosophy, Statistik Pariwisata, atau tentang ekonomi pariwisata. Memang mudah mengatakan bahwa anak jurusan pariwisata mempelajari materi yang tidak terlalu rumit, namun jangan lupa jurusan pariwisata juga diwajibkan untuk belajar beberapa bahasa asing yang populer seperti bahasa Inggris, Jepang, Cina, dan Perancis.

Jadi apakah kamu masih menganggap jurusan ini merupakan jurusan yang materinya mudah untuk dilalui? Atau salah satu jurusan yang kegiatannya jalan-jalan saja?

Bisa kerja sambil jalan-jalan

Di jurusan pariwisata ada salah satu mata kuliah tentang studi wilayah (Ilmu Tata Ruang), dalam kegiatan mata kuliah ini biasanya mahasiswa akan melakukan kunjungan terhadap wilayah tertentu yang memiliki potensi wisata. Biasanya kegiatan ini bukan untuk kegiatan wisata atau jalan-jalan saja, namun mahasiswa akan melakukan kegiatan aksesibilitas, pengukuran jalan ke tempat wisata, atau mengamati sarana dan juga prasarana lainnya yang menunjang terlaksananya kegiatan pariwisata di tempat tersebut.

Mahasiswa juga biasanya disuruh untuk mengkaji amenities destinasi wisata, seperti misalkan mengkaji kira-kira dibutuhkan berapa banyak tong sampah atau kamar mandi atau toko-toko cinderamata hingga tempat pembuangan limbah yang dibutuhkan oleh tempat tersebut.

Memang benar jurusan pariwisata kadang melakukan perjalanan, namun perjalanan yang dilakukan bukan untuk jalan-jalan semata melainkan mengkaji sebuah wilayah yang memiliki potensi dijadikan sebagai tempat wisata atau lebih singkatnya sama dengan kerja lapangan.

Biaya kuliahnya mahal

Prospek kerja jurusan pariwisata memang luas, pasalnya di era modern ini banyak sekali orang-orang yang menggilai dunia pariwisata sehingga membutuhkan banyak alumni dari jurusan ini untuk dipekerjakan di perusahaan pariwisata miliknya. Ada banyak orang yang mengira bahwa jurusan ini memerlukan biaya yang mahal, hal ini wajar jika kamu menarget untuk masuk jurusan pariwisata di Universitas favorit.

Namun beda halnya jika universitas yang dipilih tidak memiliki citra tersebut, ada banyak universitas yang menyediakan biaya murah untuk jurusan yang satu ini tentunya dengan kualitas yang tidak kalah keren.

Gayanya keren

Bagi yang bekerja di wilayah pariwisata perhotelan, penampilan memang segalanya karenanya jurusan yang satu ini mewajibkan mahasiswanya untuk selalu berpakaian rapi (di beberapa tempat mewajibkan memakai pakaian seragam seperti jas, dasi, sepatu pantofel, atau lainnya). Meski begitu mahasiswa jurusan Pariwisata merupakan manusia biasa yang penampilannya tidak beda jauh dengan mahasiswa jurusan lainnya, kadang ia juga mengenakan celana jeans hanya dengan kaos dan makan di warteg dekat kampu.

Jurusannya kurang terkenal

Ada banyak universitas yang menyediakan biaya kuliah murah untuk jurusan apapun yang dipilih oleh mahasiswa, salah satunya jurusan pariwisata (bisa mengandalkan beasiswa). Jurusan Pariwisata menjadi salah satu jurusan yang namanya kurang terlalu terkenal di telinga masyarakat atau mahasiswa lainnya, tidak seperti jurusan lain seperti Sains, Pendidikan, Ekonomi, Manajemen, Teknik, Hukum, atau lainnya. Hal ini wajar saja karena Jurusan pariwisata baru diakui di tahun 2008 lalu, sehingga banyak orang yang menganggap jurusan satu ini sebagai jurusan yang unik.

Meski kurang populer namun di wilayah perkotaan biasanya jurusan ini menjadi salah satu jurusan favorit, sebut saja di Fakultas Ilmu Budaya yang ada di Universitas Gadjah Mada atau di Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan yang jurusan Manajemen Pariwisata-nya menjadi jurusan terfavorit.

Anak jurusan pariwisata serba tahu tentang objek wisata

Jika ada yang beranggapan bahwa anak jurusan pariwisata mengetahui semua objek wisata maupun tempat penginapan di seluruh wilayah yang ada, tentu hal ini bukanlah hal yang benar adanya karena anak jurusan pariwisata belajar mengenai ‘bagaimana cara memajukan sektor pariwisata’ bukan ‘sistem pencarian’ seperti Google yang bisa menunjukkan segala hal di dunia atau membuat daftar tempat wisata yang ada.

Tempat kerja, di hotel atau objek wisata

Jika orang berpikir bahwa anak jurusan pariwisata setelah lulus kemungkinan besar bekerja di sebuah hotel atau objek wisata, sebuah pemikiran yang dangkal karena sebenarnya ada banyak prospek kerja jurusan pariwisata yang bisa diambil oleh alumni jurusan pariwisata.

Alumni dari jurusan pariwisata bisa berprofesi di berbagai sektor, bahkan beberapa diantaranya bisa juga bekerja di industri perbankan seperti menjadi customer service, atau bisa juga menjadi PNS, atau bahkan jadi politisi (di bidang pariwisata tentunya).

Jurusan anti stres

Sama halnya dengan mahasiswa jurusan lainnya, terkadang jurusan pariwisata juga bisa stress dengan perjalanan perkuliahan yang dijalaninya. Jadi bohong jika orang mengatakan jurusan ini merupakan jurusan anti stres, karena begitu ia menemukan suatu materi atau tugas yang sulit untuk dihadapi maka ia pun akan merasa tertekan atau stres.

Skripsi gampang banget

Meski banyak yang mengatakan bahwa skripsi jurusan ini mudah untuk dilalui, namun sama dengan slogan jurusan lainnya bahwa semua ‘skripsi merupakan tugas akhir yang membebankan’ terlebih jika dosen pembimbing sulit ditemukan. Jadi jangan berpikir untuk masuk jurusan pariwisata hanya karena beredar informasi tentang mudahnya pengerjaan skripsi jurusan ini.

Begitu menarik bukan fakta dan mitos tentang jurusan pariwisata ini? meski tidak semuanya benar atau seluruhnya salah, namun sebagai anak jurusan yang kurang begitu populer namanya wajar saja jika ada rumor aneh yang berjalan di sekitarnya.Bagi Anda yang mencari tempat kuliah murah untuk jurusan pariwisata atau jurusan lainnya, banyak universitas yang menawarkan biaya murah untuk jurusan tersebut. Meski Universitas tersebut tidak masuk kategori Universitas ternama, namun kualitas yang diberikan dalam hal pengajaran tidak kalah baik.