Komunitas Pelanggan Smartfren

Komunitas Pelanggan Smartfren

Beberapa tahun lalu, kita mengenal ada sebuah operator telekomunikasi bernama Smart. Pro duk dari PT Smart Telecom ini dikenal telah fo kus untuk menyediakan jaringan CDMA sejak berdirinya. Demi menghasilkan pelayanan ja- — ringan yang memuaskan, Smart memiliki 3 jenis jaringan, di antaranya CDMA 2000 1x 1900 MHz, CDMA 2000 EVDO Rev A, serta CDMA 2000 EV-DO Rev. B. Pemasaran yang dilakukan pun cukup militan dengan menghadirkan berbagai produk mulai dari paket prabayar dan pascabayar untuk smartphone, paket prabayar dan Komunitas Pelanggan Smartfren www.chip.co.id 01/2014 67 pascabayar untuk modem, hingga bundling. Untuk produk terakhir, Smart dikenal telah melakukannya dengan berbagai merek terkenal seperti Samsung, BlackBerry, Nexian, sampai Huawei. Salah satu produk Smart yang fenomenal adalah diluncurkannya bundling modem dengan ZTE seri AC 2726. Modem berwarna hitam dengan aksen merah ini cukup laris di pasaran, walaupun harga yang ditawarkan cukup tinggi, sekitar Rp800.000. Hingga saat ini, modem tersebut masih dicari oleh pengguna modem CDMA. “Dulu, modem ini dianggap produk gagal Namun, belakangan baru diketahui bahwa modem ini mampu menghasilkan koneksi yang lebih lancar dan sanggup menangkap sinyal dengan lebih baik,” jelas Akbar, salah satu anggota Komunitas Pelanggan Smartfren. Setelah 2 tahun melayani pelanggannya dengan bendera Smart, PT Smart Telecom menjalin kerja sama dengan PT Mobile-8 Telecom yang saat itu populer dengan produknya Fren. Pada tanggal 3 Maret 2010, dua perusahaan ini resmi bergabung dan bersatu membawa nama Smartfren.

Baca Juga : Daftar Game HD Offline Android Terbaik APK

Berkat Jasa Agency

Berbicara mengenai komunitas, hampir tiap operator telekomunikasi di Indonesia, baik GSM hingga CDMA, memiliki penggemarnya sendiri. Tak ingin mengecewakan pelanggannya, operator-operator ini juga selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi mereka, terlebih komunitas pelanggannya. Tak jarang, komunitas ini juga berperan menjadi jembatan antara pengguna dengan penyedianya. Dengan komunitas, suatu operator bahkan dapat lebih dikenal dengan kekuatan penyebaran dari mulut ke mulut. Tak jarang, dengan adanya komunitas ini segala kelemahan dari operator dapat diketahui dengan segera. Khususnya dalam hal kecepatan jaringan dan daerah yang jangkauannya belum tercakup. Sebagai salah satu penyedia jaringan CDMA di Indonesia, Smartfren juga memiliki komunitas pelanggan. Bulan Oktober 2011, ada sebuah komunitas di grup Facebook yang menarik minat Smartfren untuk dijadikan salah satu komunitas resmi yang dikenal oleh operator ini. Berdiri sejak Maret 2011, komunitas ini lahir di saat modem Smartfren (saat itu masih bernama Smart, belum merger dengan Fren) sedang jayanya. Hingga kini hampir menginjak usia ke-3, komunitas ini telah berhasil menjaring 12.853 pengguna Facebook untuk bergabung di dalamnya. Adalah Ramdeny Hartanto yang menjadi motor di balik berdirinya komunitas ini. Saat itu, dia mengajak beberapa temannya untuk membuat sebuah grup terbuka di Facebook yang dinamakan ‘Pelanggan PT Smart Telecom (Smartfren)’. Ramdeny pun lalu mengajak Akbar untuk bergabung di dalam grup tersebut. alah satu staf pengajar SMK di Bekasi ini tertarik bergabung di komunitas ini karena ia sering menggunakan modem Smart. “Saya sering menggunakan modem Smart saat kegiatan belajar-mengajar,” ujarnya. Awalnya, komunitas ini berdiri sendiri dan berjalan tanpa diketahui oleh Smartfren. Berkat jasa seorang karyawan agency yang menaungi Smartfren-lah akhirnya komunitas ini bisa dikenal. “Orang ini tadinya agency untuk Smartfren dan masuk dalam grup Facebook kami. Dia yang memberitahu Smartfren, hingga akhirnya kami dikenal dan sering diajak hadir dalam tiap acara yang digelarnya,” ujar Akbar. Kini, orang yang berjasa tersebut sudah tak lagi bernaung di agency tersebut. Namun, ia masih tetap bergabung dalam komunitas yang didirikan oleh Ramdeny ini.

Otak-atik Fisik Modem

Berbagai tips dan trik seputar memaksimalkan perangkat dari Smartfren juga dilakukan di dalam grup yang dapat diakses di https://www.facebook.com/groups/smart.telecom88/ini. Tak hanya seputar oprek-mengoprek seri smartphone Andromax, berbagai cara memperkuat sinyal modem juga dilakukan. “The Power of Kepepet”. Kata-kata dari judul buku hasil karya Jaya Setiabudi ini lantas terlintas dalam pikiran ketika melihat berbagai foto yang muncul di dalam grup Facebook. Pasalnya, jangkauan sinyal yang belum merata di seluruh Indonesia seakan memaksa penggunanya melakukan berbagai macam hal dengan modem miliknya. “Anggota kami banyak sekali yang mem-posting gambar hasil kulikan mereka dengan modem Smartfren,” ujar Akbar. Memperkuat sinyal dengan menyambungkan modem dengan antena TV, menempelkan modem dengan metode “wajanbolic”, memberikan heatsink di atas modem, hingga menggantungkan modem di langit-langit rumah. Tak hanya itu, anggota komunitas ini juga sering mem-posting bagaimana cara mempercepat koneksi Internet dengan menggunakan beragam program yang tersedia di Internet. Hasil yang diperoleh dari melakukan berbagai metode “unik” tersebut juga di-posting dalam grup Facebook tersebut. Anggota lain pun banyak yang terinspirasi melakukan hal sama dengan modem miliknya. Komunitas ini juga sering menjembatani saran dan keluhan pengguna Smartfren. “Biasanya kami sering menjembatani antara pelanggan dengan pihak Smartfren. Keluhan biasanya seputar koneksi dari operator yang berjargon ‘I Hate Slow’ ini, “ ujar Akbar.

Menentukan Harga

Ada kisah unik yang pernah dialami komunitas ini. Akbar menuturkan bahwa sebelum peluncuran telepon seluler bernama Jambu, Smartfren pernah menanyakan harga jual yang pantas untuk perangkat tersebut. Komunitas ini kemudian menyarankan harga di kisaran Rp200.000 hingga Rp250.000. Akhirnya, Smartfren mendengar saran dari komunitas dan membanderol Jambu seharga Rp299.000, termasuk gratis pulsa sebesar Rp50.000. “Sebelum menentukan harga tersebut, kami diberikan waktu untuk mencoba Jambu terlebih dulu. Kami juga sempat mengoprek perangkat tersebut,” ujar Akbar sambil tertawa. Bisa dibilang hal ini dilakukan Smartfren sebagai bentuk apresiasi terhadap komunitas pelanggannya ini. Namun, Smartfren belum lagi melakukan hal yang sama. “Sayangnya sejak saat itu Smartfren belum lagi melakukan hal yang sama,” keluh Akbar.

Modem dan Andromax-i

Luasnya lini produk yang dimiliki Smartfren tentu menghadirkan pertanyaan. Produk apa yang paling banyak digunakan anggota komunitas ini? CHIP sempat menanyakan hal tersebut pada Akbar. Saat ditanya hal demikian, Akbar bercerita bahwa Andromax-i lah yang banyak digunakan. “Sebagian besar anggota komunitas ini menggunakan smartphone Andromaxi,”ujar Akbar. Sebenarnya banyak juga yang menggunakan Andromax seri lain, seperti U, V, T, dan sebagainya. Namun, mayoritas masih setia degan seri Andromax-i. Harga yang cukup miring ditambah spesifikasi yang mumpuni membuatnya laris manis di komunitas ini. CHIP pernah mencoba menggunakan smartphone yang dirilis tahun 2012 tersebut. Hasilnya memang cukup memuaskan, khususnya untuk digunakan sebagai penunjang pemakaian sehari-hari. Selain smartphone, anggota komunitas ini juga banyak yang menggunakan modem Internet yang dikeluarkan Smartfren. “Baik modem Rev-A, Rev-B, hingga modem jadul yang dulu masih bermerek Smart, tanpa Fren,” ujar Akbar.