Larangan untuk wanita di Jepang, apa aja sih?

Jepang merupakan negara besar dengan jumlah wisatawan terbanyak di kawasan Asia. Jepang memilikki keindahan alam dan buatan yang menarik wisatawan. Namun terdapat beberapa larangan yang diperuntukan untuk kaum perempuan disana. Apa saja? Berikut larangan untuk kaum wanita jika kamu berkunjung ke Jepang.

Dilarang mendaki puncak gunung Omine

Gunung Omine adalah salah satu warisan dunia yang telah ditetapkan oleh UNESCO. Gunung Omine ini terletak di Perfektur Nara dan merupakan 100 gunung terkenal di Jepang. Semua orang boleh mendaki gunug ini kecuali wanita. Menurut tradisi Shinto, wanita adalah gangguan untuk kaum pria yang akan melakukan pertapaan mereka. Wanita memilikki sifat memikat dan mengalihkan perhatian kaum pria dari tugas utamanya.

Namun, beberapa tahun terakhir masyarakat Jepang telah melunakkan peraturan tersebut. Sudah terdapat pemandu wanita yang memasukki wilayah Omine.

Dilarang memasukki area Sumo dan ikut Sumo

Menurut Asosiasi Sumo Jepang, secara tradisional, wanita tidak diperkenankan mengambil bagian dalam Sumo selama berabad-abad dikarenakan akan menjadi aib bagi nenek moyang mereka. Namun, jika ada wanita yang benar-benar ingin menjadi pesumo, salah satu caranya adalah dengan meminta izin kepada nenek moyang.

Mereka bisa meminta bantuan Itako. Itako adalah orang yang berkemampuan khusus yang dapat bicara dengan orang yang telah mati. Kaum wanita mungkin saja akan mendapat persetujuan leluhur mengingat kemampuan wanita zaman sekarang

Dilarang tinggal di hotel kapsul

Hotel kapsul adalah hotel yang menyediakan ruang kamar yang berukuran sempit yang hanya bisa ditinggali 1 orang saja. Di Jepang, hotel kapsul tidak diperuntukan untuk wanita melainkan untuk kaum pria. Karena target pengusaha hotel ini adalah para pengusaha yang akan mabuk sampai larut malam sehingga ketinggalan jadwal kereta terakhir. Itulah sebabnya hotel kapsul banyak ditemukan di dekat stasiun.

Pasti tidak nyaman jika kita, kaum wanita tinggal berdekatan dengan orang asing yang mabuk. Hal ini dapat mengancam keselamatan kita. Maka dari itu Jepang telah menyediakan hotel kapsul khusus wanita, namun untuk mendapatkan perizinan untuk dapat tinggal di hotel kapsul ini tetap lah sulit.

Dilarang menjadi chef sushi

Menurut orang jepang, tangan wanita jepang terlalu hangat untuk membuat sushi. Sehingga bisa merusak rasa sushi. Chef sushi di restoran biasanya laki-laki karena laki-laki lebih memilikki rasa yang mantap terhadap masakan. Namun, siklus mens yang dialami perempuan dapat membuat ketidakseimbangan dalam masakan mereka. Dan itulah alasan kenapa wanita tidak boleh menjadi chef sushi.

Baca juga Travelling ke Jepang