Contoh Prosedur Penanganan Bayi Prematur Di Rumah Sakit

Bayi prematur merupakan bayi yang lahir sebelum berusia 37 minggu di dalam kandungan. Oleh karena itu, cara perawatan bayi prematur juga lebih khusus daripada bayi yang lahir normal. Bayi prematur memiliki resiko masalah kesehatan yang lebih tinggi dibanding dengan bayi yang lahir normal (genap bulan). Sehingga, perawatan bayi prematur harus dilakukan dengan sangat baik, bahkan ketika sudah diperbolehkan dibawa pulang juga harus tetap dijaga perawatannya.

prosedur penanganna byai prematur

Untuk bayi prematur di Rumah Sakit harus dirawat di ruangan khusus yang disebut NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Namun, hanya sebagian kecil Rumah Sakit di Jakarta dan kota besar lain di Indonesia yang memiliki sarana ruang khusus tersebut. Salah satu Rumah Sakit yang memiliki ruangan khusus bayi premature adalah Rumah Sakit Bunda Jakarta.

Untuk melakukan perawatan bayi prematur, dapat dilakukan melalui beberapa cara, diantaranya yaitu :

1. Inkubator

Bayi prematur sangat beresiko terkena masalah kesehatan, diantaranya yaitu hipotermi atau suhu tubuh yang rendah, sehingga memerlukan lingkungan udara yang hangat. Oleh karena itu, bayi prematur perlu dimasukkan kedalam inkubator.

Inkubator bayi adalah box yang memiliki ukuran tertentu yang dilengkapi dengan alat-alat medis yang berfungsi untuk menjaga suhu lingkungan dan mengurangi kontak dengan orang lain dan lingkungan luar yang berpotensi menularkan penyakit.

2. Pemberian obat kematangan paru-paru

Bayi prematur memiliki keadaan paru-paru yang belum berkembang secara sempurna. Oleh karena itu, diperlukan pemberian surfaktan atau obat untuk mematangkan paru-paru. Untuk cara pemberiannya dapat dilakukan dengan menyemprotkan cairan surfaktan kedalam paru-paru melalui suatu alat. Untuk harga obatnya cukup mahal, yaitu berkisaran antara 4 sampai 5 juta.

3. Pemberian cairan dan minum

Bayi prematur akan diberi minum ketika kemapuan saluran cerna bayi sudah memungkinkan. Apabila belum memungkinkan, maka cairan dan nutrisi harus dimasukkan menggunakan infus. Pemberian minum pada bayi prematur harus dinaikkan secara bertahap dan harus mencermati perkembangannya.

Ketika keadaan pencernaan bayi belum optimal, awal pemberian minum dilakukan melalui “Continous Drip” atau memberi minum dengan menggunakan selang, selang yang dimasukkan mulut menggunakan alat pompa tekan yang dapat diatur kecepatan minum secara minimal dan teratur. Pada usia kelahiran 32 minggu biasanya reflek menghisap bayi sudah mulai timbul, sehingga sangat baik jika bayi langsung diberikan ASI eksklusif.